Update
Rupiah bergerak stabil di perdagangan pagi Transformasi digital daerah mulai diperkuat Startup lokal fokus pada keamanan data pengguna Pelaku UMKM memperluas kanal penjualan online Rupiah bergerak stabil di perdagangan pagi Transformasi digital daerah mulai diperkuat
Beranda PPPKDemo Guru Swasta Pecah di DPR, Ribuan Guru Tuntut Kesetaraan untuk Masuk PPPK 2026
Demo Guru Swasta Pecah di DPR, Ribuan Guru Tuntut Kesetaraan untuk Masuk PPPK 2026
PPPK

Demo Guru Swasta Pecah di DPR, Ribuan Guru Tuntut Kesetaraan untuk Masuk PPPK 2026

Ribuan guru swasta dan guru madrasah menggelar aksi demonstrasi damai bertajuk SIAGA

Redaksi JurnalKita Kamis, 21 Mei 2026 155 dibaca

Ribuan guru swasta dan guru madrasah menggelar aksi demonstrasi damai bertajuk SIAGA 2026 atau Silaturahmi Akbar Guru Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026. Aksi besar tersebut berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, dan langsung menarik perhatian publik sejak pagi hari.


Demonstrasi ini berlangsung tepat saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Massa mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB sebelum melakukan longmarch dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) menuju kompleks DPR RI.


Suasana kawasan Senayan terlihat padat sejak pagi karena ribuan peserta aksi datang dari berbagai daerah. Mereka membawa spanduk, poster, hingga pengeras suara untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dan DPR RI.


Polisi juga mengerahkan ribuan personel pengamanan untuk menjaga jalannya aksi tetap kondusif. Petugas tampak berjaga di sejumlah titik strategis mulai dari area GBK hingga sekitar gedung parlemen.


Meski jumlah massa sangat besar, demonstrasi berjalan tertib dan damai. Para peserta aksi tetap mengikuti arahan koordinator lapangan sambil menyampaikan aspirasi secara bergantian.


Tuntutan Guru Swasta Jadi Sorotan Nasional

Aksi SIAGA 2026 membawa beberapa tuntutan utama yang selama ini menjadi perhatian guru swasta dan guru madrasah. Salah satu tuntutan terbesar ialah keadilan kuota serta penempatan PPPK bagi tenaga pengajar non ASN.


Banyak guru merasa kesempatan menjadi PPPK masih belum memberikan ruang setara bagi sekolah swasta dan madrasah. Mereka menilai sistem saat ini lebih banyak menguntungkan sekolah negeri sehingga peluang guru swasta semakin terbatas.


Selain itu, massa juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru swasta. Banyak tenaga pengajar mengaku masih menerima penghasilan minim meskipun memiliki tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan.


Tidak hanya soal kesejahteraan, para peserta aksi juga meminta pengakuan dan perlindungan hukum setara dengan guru ASN. Mereka berharap pemerintah menghadirkan kebijakan yang mampu memberikan kepastian status serta perlindungan kerja bagi seluruh guru Indonesia.


Tuntutan lainnya menyangkut amandemen Undang-Undang Guru dan Dosen. Para guru menilai revisi aturan penting supaya hak tenaga pengajar swasta mendapat perhatian lebih serius dari negara.


Salah satu peserta aksi menyebut perjuangan guru swasta bukan sekadar soal jabatan PPPK. Menurutnya, para guru hanya ingin memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama dalam sistem pendidikan nasional.


DPR Terima Aspirasi, Massa Bubarkan Diri Bertahap


Setelah menyampaikan aspirasi di depan gedung parlemen, sejumlah perwakilan guru akhirnya diterima pihak DPR RI. Pertemuan tersebut berlangsung untuk mendengarkan langsung berbagai tuntutan yang selama ini menjadi keluhan tenaga pengajar swasta dan madrasah.


Perwakilan massa berharap DPR dapat mendorong perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada guru swasta. Mereka juga meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata terkait kuota PPPK dan kesejahteraan tenaga pendidik.


Sementara itu, aparat kepolisian terus mengawal jalannya aksi hingga selesai. Situasi di sekitar DPR RI tetap terkendali meski massa memenuhi kawasan Senayan selama beberapa jam.


Setelah agenda penyampaian aspirasi selesai, massa mulai membubarkan diri secara bertahap. Peserta aksi meninggalkan lokasi dengan tertib sambil tetap menjaga suasana damai sepanjang perjalanan pulang.


Demonstrasi SIAGA 2026 akhirnya menjadi salah satu aksi besar guru swasta nasional pada tahun 2026. Aksi tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya tuntutan kesetaraan hak dan kesejahteraan bagi guru swasta di Indonesia.

Label Artikel